News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peternak Difabel di Jember Sukses Sulap Limbah Makan Bergizi Gratis Jadi Pakan Ternak

Peternak Difabel di Jember Sukses Sulap Limbah Makan Bergizi Gratis Jadi Pakan Ternak

  • account_circle Andika
  • visibility 181
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  • Sali, seorang warga penyandang disabilitas di Jember, menunjukkan kreativitas luar biasa dengan memanfaatkan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Limbah organik berupa nasi dan sayur sisa diolah kembali menjadi pakan ternak ayam guna menekan biaya operasional di tengah mahalnya harga pakan pabrikan.
  • Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi peternak kecil, tetapi juga menjadi solusi efektif dalam menangani masalah sampah makanan di lingkungan sekolah.

Inovasi Pakan Ternak Murah dari Limbah Organik MBG

JEMBER, DESANTARA.CO |– Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi Sali, seorang peternak mandiri di Kabupaten Jember, untuk tetap produktif dan inovatif. Di tengah pelaksanaan program uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa sekolah, Sali melihat peluang besar pada tumpukan sisa makanan yang biasanya terbuang percuma.

Dengan ketelatenan, pria difabel ini mengumpulkan limbah nasi dan sayuran sisa konsumsi siswa untuk diolah menjadi pakan ternak alternatif. Langkah ini terbukti ampuh membantu keberlangsungan usahanya, sekaligus menciptakan ekosistem sirkular ekonomi yang dimulai dari bangku sekolah hingga ke kandang ternak.

Ide kreatif Sali muncul saat ia melihat volume sampah organik dari program MBG di sekolah-sekolah sekitar tempat tinggalnya mulai meningkat. Sebagai peternak ayam kampung, ia kerap mengeluhkan tingginya harga pakan konsentrat di pasar yang seringkali tidak sebanding dengan harga jual ternak.

Berbekal pengetahuan sederhana tentang nutrisi organik, ia mencoba mencampur sisa nasi, lauk pauk, dan sayuran yang masih layak dengan dedak atau bekatul. Hasilnya, ayam-ayam miliknya tetap tumbuh sehat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pakan pabrikan yang mahal.

“Ini adalah cara saya bertahan. Sayang sekali jika makanan bergizi itu dibuang begitu saja. Meskipun hanya sisa, kandungan nutrisinya masih cukup baik untuk hewan ternak,” ujar Sali saat ditemui di sela aktivitasnya mengolah pakan.

Baginya, inisiatif ini bukan sekadar urusan hemat biaya, melainkan bentuk rasa syukur agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia (food waste). Sali rutin menjemput sisa makanan tersebut dari satuan pendidikan pelaksana MBG, sehingga pihak sekolah pun merasa terbantu karena masalah sampah mereka teratasi.

Langkah Sali ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak sebagai contoh nyata pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

Di tengah tantangan fisik yang dihadapinya, ia membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah melalui jalur yang berbeda. Pengolahan limbah MBG ini juga menjadi bahan edukasi bagi warga sekitar bahwa sampah organik jika dikelola dengan tepat bisa menjadi komoditas yang bernilai rupiah.

Ke depan, Sali berharap ada dukungan lebih lanjut, baik dalam bentuk alat pencacah pakan maupun pendampingan teknis agar pakan olahannya bisa bertahan lebih lama melalui proses fermentasi.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik setiap program besar pemerintah, selalu ada celah kreativitas bagi masyarakat kecil untuk meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri.

Inisiatif sederhana namun berdampak besar ini diharapkan dapat diduplikasi oleh peternak lain di wilayah Jember dan sekitarnya.

Dengan integrasi yang baik antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat bawah, efisiensi anggaran dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan tanpa meninggalkan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

+

Terkait Inovasi Peternak Difabel Jember

1. Bagaimana cara Sali mendapatkan limbah Makan Bergizi Gratis (MBG)? Sali menjalin komunikasi dengan pihak sekolah pelaksana program MBG di Jember untuk mengambil sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh siswa secara rutin.

2. Apakah sisa makanan MBG aman untuk pakan ayam? Aman, selama limbah tersebut belum busuk. Sali biasanya memilah sisa nasi dan sayuran kemudian mencampurnya dengan bahan pakan lain seperti dedak untuk menyeimbangkan nutrisinya.

3. Apa keuntungan utama dari pemanfaatan limbah ini? Keuntungan utamanya adalah menekan biaya pembelian pakan pabrikan secara signifikan dan membantu mengurangi volume sampah organik di lingkungan sekolah.

4. Apakah langkah ini bisa dilakukan oleh peternak lain? Sangat bisa. Inovasi ini merupakan solusi praktis bagi peternak skala rumahan untuk mengatasi lonjakan harga pakan ternak dengan memanfaatkan sumber daya di sekitar mereka.

Penulis

Penulis artikel tentang kebijakan publik, peristiwa lokal dan berita pemerintah daerah/pusat, pemerintahan desa dan regulasi regulasi terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

  • Interview Witness Statement

    Mengumpulkan Bukti Dugaan Penyimpangan: Panduan Lengkap

    • account_circle Andika
    • visibility 84
    • 0Komentar

    Menemukan dugaan penyimpangan adalah situasi serius yang memerlukan penanganan tepat. Langkah awal yang krusial adalah mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk mendukung klaim Anda. Artikel ini akan memandu Anda secara sistematis.

  • Cara Mengawal Dan Mengontrol Penggunaan Dana Desa

    Cara Mengawal dan Mengontrol Penggunaan Dana Desa Efektif

    • account_circle Andika
    • visibility 108
    • 1Komentar

    Dana desa adalah amanah besar bagi kemajuan desa. Pengawasan yang efektif menjadi kunci agar dana tersebut digunakan secara transparan dan akuntabel. Artikel ini akan memandu Anda memahami cara mengawal dan mengontrol penggunaan dana desa dengan langkah-langkah konkret.

  • Peresmian Koperasi Merah Putih Di Kota Kediri

    Peresmian Koperasi Merah Putih di Kediri Harapan Baru Untuk Pertumbuhan Ekonomi Kerakyatan

    • account_circle Andika
    • visibility 174
    • 0Komentar

    Koperasi Merah Putih resmi hadir di Kota Kediri, membawa angin segar bagi perekonomian masyarakat. Acara peresmian ini menandai babak baru kolaborasi ekonomi berbasis kerakyatan yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan bersama.

  • Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak

    Bantah Lakukan Pemukulan Sekdes Dimong Madiun Protes Keputusan Mutasi Sepihak

    • account_circle Andika
    • visibility 86
    • 0Komentar

    Perangkat desa di Madiun melayangkan keberatan atas mutasi jabatan yang dinilai tidak prosedural dan tanpa klarifikasi. Tudingan kekerasan fisik menjadi pemicu pergeseran jabatan Sekretaris Desa Dimong hingga memicu reaksi dari tokoh masyarakat. Duduk Perkara Polemik Mutasi Perangkat Desa Dimong Madiun Gelombang protes mewarnai dinamika pemerintahan di Desa Dimong, Kabupaten Madiun. Budi Ryianto, yang menjabat sebagai […]

  • Dampak Dana Desa Terhadap Kesejahteraan Masyarakat Sekitar

    Transformasi Dana Desa, Menjadi Desa Mandiri dan Sejahtera

    • account_circle Andika
    • visibility 202
    • 0Komentar

    Dana desa telah menjadi instrumen penting dalam pembangunan di Indonesia. Artikel ini akan mengupas tuntas berbagai dampak positif dana desa terhadap kesejahteraan masyarakat sekitar, mulai dari infrastruktur hingga ekonomi lokal dan pemberdayaan komunitas.

  • Belasan Ribu Koperasi Merah Putih Siap Jadi Penopang Ekonomi Warga

    Belasan Ribu Koperasi Merah Putih Siap Jadi Penopang Ekonomi Warga

    • account_circle Andika
    • visibility 29
    • 0Komentar

    Jakarta — Roda ekonomi kerakyatan kini mulai berputar lebih kencang. Pemerintah baru saja mengonfirmasi bahwa ribuan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah rampung didirikan dan siap beroperasi di seluruh penjuru tanah air. Tak tanggung-tanggung, angka yang tercatat mencapai 15.845 unit. Data fantastis ini langsung dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan […]

expand_less