News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Program Makan Bergisi di Blitar Carut Marut, Dua SPPG Gulung Tikar

Program Makan Bergisi di Blitar Carut Marut, Dua SPPG Gulung Tikar

  • account_circle Andika
  • visibility 94
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

 

Desantara, Blitar

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blitar gulungtikar. Bukan sekadar isu teknis, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar tumbang hampir bersamaan, menimbulkan tanda tanya besar soal keseriusan negara menjamin hak gizi anak-anak di penghujung tahun anggaran 2025.

Alarm Bahaya !  SPPG Pakunden Tutup Total dan SPPG Tanjungsari Dinyatakan Darurat

Setelah SPPG Pakunden menghentikan operasional secara total sejak Senin (15 Desember 2025), kini kondisi serupa terjadi di SPPG Tanjungsari. Bedanya, jika Pakunden menutup dapur sepenuhnya, SPPG Tanjungsari memilih jalan darurat: mengganti menu makan bergizi basah dengan makanan kering yang dirapel untuk jatah tiga hari sekaligus.

Langkah ini diambil bukan tanpa sebab. Aliran dana yang seharusnya menopang operasional dapur MBG dilaporkan macet.

Salah satu warga penerima manfaat MBG dari wilayah Tanjungsari, Alfia, membenarkan adanya perubahan drastis tersebut. Informasi itu diterimanya melalui pihak sekolah anaknya pada Selasa 16 Desember 2025.

“Informasinya dari sekolah, jatah Senin, Selasa, dan Rabu diberikan sekaligus, tapi dalam bentuk menu kering,” ujar Alfia kepada media ini .

Hal senada disampaikan Ninda, warga lainnya. Ia mengaku menerima pesan pemberitahuan mengenai penghentian sementara layanan normal MBG.

“Iya, dapat menu kering. Katanya sementara karena ada penghentian operasional,” ucapnya singkat.

Bantuan Pemerintah Belum Cair

Jika SPPG Pakunden sebelumnya menyampaikan alasan “kendala administrasi akhir tahun”, SPPG Tanjungsari justru lebih blak-blakan. Melalui pesan WhatsApp yang diteruskan kepada para penerima manfaat, pengelola dapur secara terbuka menyebut bahwa BantBantuan Pemerintah belum cair
Dalam pesan tersebut, pihak SPPG Tanjungsari mengakui bahwa mereka sebenarnya disarankan untuk menghentikan operasional sejak awal pekan, namun tetap memaksakan layanan dengan dana seadanya.

“Dikarenakan Bantuan Pemerintah yang belum cair, menu yang kami kirimkan terpaksa berupa makanan kering untuk hari Senin, Selasa, dan Rabu. Sebenarnya kami disarankan berhenti operasional hari Senin, namun tetap kami usahakan agar anak-anak tetap mendapatkan haknya menerima MBG,” demikian petikan pesan yang diterima warga.

Pakunden Lebih Dulu Tutup Total

Sehari sebelumnya, warga Pakunden lebih dulu dikejutkan dengan penghentian total operasional SPPG setempat. Lorenza, salah satu warga Pakunden, mengaku menerima pesan resmi dari Kepala SPPG Kota Blitar Sukorejo Pakunden atau “Dapur Gemilang”, Suprayitno Fitra B.P.

Dalam pesan edarannya, Suprayitno menyatakan bahwa operasional SPPG Pakunden dihentikan sementara mulai 15 Desember 2025, tanpa menyebut batas waktu pasti.

“Sehubungan dengan kendala administrasi akhir tahun dan penyespenyesuaian anggaran Pakunden akan menghentikan sementara operasional hingga batas waktu yang belum ditentukan,” tulis Suprayitno.

Penghentian ini dilakukan tanpa skema kompensasi maupun solusi alternatif bagi penerima manfaat.

Alarm Serius Tata Kelola Anggaran

Rentetan kejadian di Pakunden dan Tanjungsari memunculkan dugaan kuat adanya persoalan sistemik dalampersoalan sistemik dalam mekanisme pencairan anggaran MBG, baik dari pusat maupun daerah, khususnya menjelang tutup buku tahun anggaran 2025 anak dan balita yang seharusnya menerima asupan gizi rutin kini berada dalam posisi rentan. Dapur-dapur yang seharusnya mengepul demi masa depan generasi muda, justru padam satu per satu.

“Kami hanya berharap MBG bisa segera normal kembali,” ujar Lorenza lirih, mewakili kegelisahan para ibu di Blitar.

Di tengah jargon besar tentang pemenuhan gizi dan peningkatan kualitas generasi bangsa, realitas di lapangan justru menunjukkan ironi: ketika anggaran tersendat, yang pertama kali dikorbankan adalah piring anak-anak.

Penulis

Penulis artikel tentang kebijakan publik, peristiwa lokal dan berita pemerintah daerah/pusat, pemerintahan desa dan regulasi regulasi terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

  • Village

    Besaran Dana Desa di Jawa Timur, Capai 1 Milyar di Tiap Desa per Tahun

    • account_circle Andika
    • visibility 181
    • 1Komentar

    Dana desa merupakan instrumen vital dalam pembangunan pedesaan di Indonesia. Di Jawa Timur, alokasi dana ini menjadi perhatian utama. Artikel ini akan mengulas secara komprehensif mengenai besaran dan pengelolaan dana desa di provinsi tersebut.

  • Cara Mengawal Dan Mengontrol Penggunaan Dana Desa

    Cara Mengawal dan Mengontrol Penggunaan Dana Desa Efektif

    • account_circle Andika
    • visibility 100
    • 1Komentar

    Dana desa adalah amanah besar bagi kemajuan desa. Pengawasan yang efektif menjadi kunci agar dana tersebut digunakan secara transparan dan akuntabel. Artikel ini akan memandu Anda memahami cara mengawal dan mengontrol penggunaan dana desa dengan langkah-langkah konkret.

  • Community Growth Happy Villagers

    Transparansi Dana Desa: Publikasi RPJMDes, RKPDes, APBDes

    • account_circle Andika
    • visibility 79
    • 0Komentar

    Transparansi pengelolaan dana desa adalah kunci pembangunan yang akuntabel. Artikel ini akan mengupas tuntas pentingnya publikasi dokumen RPJMDes, RKPDes, APBDes, serta laporan pertanggungjawaban APBDes secara terbuka kepada masyarakat. Pahami langkah-langkah dan manfaatnya untuk desa yang lebih maju.

  • Sejarah Berdirinya Kabupaten Kediri, Dari Zaman Kerajaan Hingga Era Sekarang

    Sejarah Berdirinya Kabupaten Kediri: Dari Kerajaan Hingga Kini

    • account_circle Andika
    • visibility 74
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda membayangkan sebuah kota yang berdiri di atas jejak ribuan tahun sejarah? Kabupaten Kediri adalah salah satu permata Jawa Timur yang menyimpan kisah panjang dari zaman kerajaan hingga kini. Mari kita selami lebih dalam perjalanan epik ini.

  • Korupsi Dana Desa Rp 1 Miliar, Kades Atar Lebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Lampung, Ditangkap

    Kades Atar Lebar Ditangkap: Korupsi Dana Desa Rp 1 Miliar Terungkap

    • account_circle Andika
    • visibility 78
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa sebesar Rp 1 miliar yang melibatkan Kades Atar Lebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Lampung, menjadi sorotan publik. Penangkapan ini membuka mata kita tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan keuangan desa.

  • Mendagri Beri Peringatan Keras Kepala Desa Soal Integritas dan Tata Kelola

    Mendagri Beri Peringatan Keras Kepala Desa Soal Integritas dan Tata Kelola

    • account_circle Andika
    • visibility 15
    • 0Komentar

    Jakarta — Kabar penting bagi para perangkat desa di seluruh penjuru negeri. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) baru saja melontarkan sentilan keras terkait tuntutan profesionalisme di tingkat desa. Integritas dan pemahaman manajemen pemerintahan kini menjadi syarat mutlak bagi kepala desa agar tidak tersandung masalah di kemudian hari. Dalam arahannya, Mendagri menekankan bahwa posisi kepala desa bukan […]

expand_less