News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Peternak Difabel di Jember Sukses Sulap Limbah Makan Bergizi Gratis Jadi Pakan Ternak

Peternak Difabel di Jember Sukses Sulap Limbah Makan Bergizi Gratis Jadi Pakan Ternak

  • account_circle Andika
  • visibility 180
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

  • Sali, seorang warga penyandang disabilitas di Jember, menunjukkan kreativitas luar biasa dengan memanfaatkan sisa makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
  • Limbah organik berupa nasi dan sayur sisa diolah kembali menjadi pakan ternak ayam guna menekan biaya operasional di tengah mahalnya harga pakan pabrikan.
  • Inovasi ini tidak hanya memberikan nilai ekonomi bagi peternak kecil, tetapi juga menjadi solusi efektif dalam menangani masalah sampah makanan di lingkungan sekolah.

Inovasi Pakan Ternak Murah dari Limbah Organik MBG

JEMBER, DESANTARA.CO |– Keterbatasan fisik bukan menjadi penghalang bagi Sali, seorang peternak mandiri di Kabupaten Jember, untuk tetap produktif dan inovatif. Di tengah pelaksanaan program uji coba Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menyasar siswa sekolah, Sali melihat peluang besar pada tumpukan sisa makanan yang biasanya terbuang percuma.

Dengan ketelatenan, pria difabel ini mengumpulkan limbah nasi dan sayuran sisa konsumsi siswa untuk diolah menjadi pakan ternak alternatif. Langkah ini terbukti ampuh membantu keberlangsungan usahanya, sekaligus menciptakan ekosistem sirkular ekonomi yang dimulai dari bangku sekolah hingga ke kandang ternak.

Ide kreatif Sali muncul saat ia melihat volume sampah organik dari program MBG di sekolah-sekolah sekitar tempat tinggalnya mulai meningkat. Sebagai peternak ayam kampung, ia kerap mengeluhkan tingginya harga pakan konsentrat di pasar yang seringkali tidak sebanding dengan harga jual ternak.

Berbekal pengetahuan sederhana tentang nutrisi organik, ia mencoba mencampur sisa nasi, lauk pauk, dan sayuran yang masih layak dengan dedak atau bekatul. Hasilnya, ayam-ayam miliknya tetap tumbuh sehat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada pakan pabrikan yang mahal.

“Ini adalah cara saya bertahan. Sayang sekali jika makanan bergizi itu dibuang begitu saja. Meskipun hanya sisa, kandungan nutrisinya masih cukup baik untuk hewan ternak,” ujar Sali saat ditemui di sela aktivitasnya mengolah pakan.

Baginya, inisiatif ini bukan sekadar urusan hemat biaya, melainkan bentuk rasa syukur agar tidak ada makanan yang terbuang sia-sia (food waste). Sali rutin menjemput sisa makanan tersebut dari satuan pendidikan pelaksana MBG, sehingga pihak sekolah pun merasa terbantu karena masalah sampah mereka teratasi.

Langkah Sali ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak sebagai contoh nyata pemberdayaan ekonomi berbasis lingkungan.

Di tengah tantangan fisik yang dihadapinya, ia membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program pemerintah melalui jalur yang berbeda. Pengolahan limbah MBG ini juga menjadi bahan edukasi bagi warga sekitar bahwa sampah organik jika dikelola dengan tepat bisa menjadi komoditas yang bernilai rupiah.

Ke depan, Sali berharap ada dukungan lebih lanjut, baik dalam bentuk alat pencacah pakan maupun pendampingan teknis agar pakan olahannya bisa bertahan lebih lama melalui proses fermentasi.

Kisahnya menjadi pengingat bahwa di balik setiap program besar pemerintah, selalu ada celah kreativitas bagi masyarakat kecil untuk meningkatkan taraf hidup mereka secara mandiri.

Inisiatif sederhana namun berdampak besar ini diharapkan dapat diduplikasi oleh peternak lain di wilayah Jember dan sekitarnya.

Dengan integrasi yang baik antara program pemerintah dan kebutuhan masyarakat bawah, efisiensi anggaran dan keberlanjutan lingkungan dapat berjalan beriringan tanpa meninggalkan kelompok rentan seperti penyandang disabilitas.

+

Terkait Inovasi Peternak Difabel Jember

1. Bagaimana cara Sali mendapatkan limbah Makan Bergizi Gratis (MBG)? Sali menjalin komunikasi dengan pihak sekolah pelaksana program MBG di Jember untuk mengambil sisa makanan yang tidak habis dikonsumsi oleh siswa secara rutin.

2. Apakah sisa makanan MBG aman untuk pakan ayam? Aman, selama limbah tersebut belum busuk. Sali biasanya memilah sisa nasi dan sayuran kemudian mencampurnya dengan bahan pakan lain seperti dedak untuk menyeimbangkan nutrisinya.

3. Apa keuntungan utama dari pemanfaatan limbah ini? Keuntungan utamanya adalah menekan biaya pembelian pakan pabrikan secara signifikan dan membantu mengurangi volume sampah organik di lingkungan sekolah.

4. Apakah langkah ini bisa dilakukan oleh peternak lain? Sangat bisa. Inovasi ini merupakan solusi praktis bagi peternak skala rumahan untuk mengatasi lonjakan harga pakan ternak dengan memanfaatkan sumber daya di sekitar mereka.

Penulis

Penulis artikel tentang kebijakan publik, peristiwa lokal dan berita pemerintah daerah/pusat, pemerintahan desa dan regulasi regulasi terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

  • Program Makan Bergisi di Blitar Carut Marut, Dua SPPG Gulung Tikar

    Program Makan Bergisi di Blitar Carut Marut, Dua SPPG Gulung Tikar

    • account_circle Andika
    • visibility 100
    • 0Komentar

        Desantara, Blitar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blitar gulungtikar. Bukan sekadar isu teknis, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar tumbang hampir bersamaan, menimbulkan tanda tanya besar soal keseriusan negara menjamin hak gizi anak-anak di penghujung tahun anggaran 2025. Alarm Bahaya !  SPPG Pakunden Tutup Total dan SPPG Tanjungsari Dinyatakan […]

  • Belasan Ribu Koperasi Merah Putih Siap Jadi Penopang Ekonomi Warga

    Belasan Ribu Koperasi Merah Putih Siap Jadi Penopang Ekonomi Warga

    • account_circle Andika
    • visibility 27
    • 0Komentar

    Jakarta — Roda ekonomi kerakyatan kini mulai berputar lebih kencang. Pemerintah baru saja mengonfirmasi bahwa ribuan unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) telah rampung didirikan dan siap beroperasi di seluruh penjuru tanah air. Tak tanggung-tanggung, angka yang tercatat mencapai 15.845 unit. Data fantastis ini langsung dilaporkan kepada Presiden Prabowo Subianto sebagai upaya nyata memperkuat ketahanan […]

  • SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur

    SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN

    • account_circle Andika
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Desantara.co, Blitar – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YASB Sananwetan, Kota Blitar, terus melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana dapur sebagai bentuk komitmen menyukseskan PrProgram Makan Bergizi GratisMBG). Terbaru, SPPG YASB Sananwetan telah menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN). Penerapan IPAL modern […]

  • Memperkuat Partisipasi Dan Pemberdayaan Masyarakat

    Desa Mandiri: Saat RT, RW, dan Warga Pegang Kendali Pembangunan

    • account_circle Andika
    • visibility 146
    • 0Komentar

    Pembangunan desa yang sukses dan berkelanjutan merupakan hasil visi bersama yang melibatkan peran aktif warga, pengurus RT/RW, hingga perangkat desa. Partisipasi masyarakat sejak tahap perencanaan sangat krusial untuk memastikan program yang disusun relevan dengan kebutuhan riil serta meningkatkan rasa memiliki. Proses ini dilaksanakan secara sistematis, mulai dari penggalian aspirasi di tingkat akar rumput hingga pengesahan […]

  • Korupsi Dana Desa Rp 1 Miliar, Kades Atar Lebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Lampung, Ditangkap

    Kades Atar Lebar Ditangkap: Korupsi Dana Desa Rp 1 Miliar Terungkap

    • account_circle Andika
    • visibility 93
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa sebesar Rp 1 miliar yang melibatkan Kades Atar Lebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Lampung, menjadi sorotan publik. Penangkapan ini membuka mata kita tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan keuangan desa.

  • Interview Witness Statement

    Mengumpulkan Bukti Dugaan Penyimpangan: Panduan Lengkap

    • account_circle Andika
    • visibility 83
    • 0Komentar

    Menemukan dugaan penyimpangan adalah situasi serius yang memerlukan penanganan tepat. Langkah awal yang krusial adalah mengumpulkan bukti-bukti kuat untuk mendukung klaim Anda. Artikel ini akan memandu Anda secara sistematis.

expand_less