News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN

SPPG YASB Sananwetan Tingkatkan Kualitas Dapur, Terapkan IPAL Modern Sesuai SOP BGN

  • account_circle Andika
  • visibility 82
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Desantara.co, Blitar – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) YASB Sananwetan, Kota Blitar, terus melakukan peningkatan kualitas sarana dan prasarana dapur sebagai bentuk komitmen menyukseskan PrProgram Makan Bergizi GratisMBG). Terbaru, SPPG YASB Sananwetan telah menerapkan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) modern yang sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) Badan Gizi Nasional (BGN).

Penerapan IPAL modern ini bertujuan untuk memastikan ketersediaan air minum dan air memasak yang aman, higienis, serta ramah lingkungan. Sistem tersebut dirancang untuk memenuhi standar pemerintah, mulai dari BPOM, HACCP, hingga Standar Laik Higiene Sanitasi (SLHS), guna mendukung program gizi nasional secara berkelanjutan.

Kepala SPPG YASB Sananwetan, Ahmad Habibi, menjelaskan bahwa pembaruan sistem IPAL dilakukan sebagai tindak lanjut atas evaluasi dan teguran dari BGN Pusat. Menurutnya, IPAL lama kini telah diperbaiki sekaligus diperbarui dengan teknologi yang lebih modern dan berkapasitas besar.

“Alhamdulillah, kemarin kami mendapatkan teguran dari BGN Pusat terkait IPAL. Sekarang sudah kami perbaiki dan perbarui dengan sistem yang paling modern, dengan kapasitas lebih dari 5.000 liter,” ujar Ahmad Habibi.

Ia menegaskan, kualitas air hasil olahan IPAL tersebut telah memenuhi standar kebersihan yang ketat. Bahkan, air pada kolam penampungan terakhir dipastikan tidak berbau dan aman bagi lingkungan.

“Air yang keluar dari IPAL ini sudah benar-benar bersih. Bahkan kalau kolam terakhir diisi ikan, ikannya bisa hidup. Kalau tangan dimasukkan ke kolam penampungan terakhir lalu diangkat, sudah tidak bau sama sekali,” jelasnya.

Menurut Habibi, sistem IPAL menjadi salah satu standar wajib yang ditetapkan oleh BGN bagi seluruh dapur penyedia MBG. Prinsip utamanya adalah memastikan air limbah yang dialirkan ke sungai atau lingkungan sekitar tidak mencemari alam.

“Bahasa kasarnya, ikan dimasukkan tetap hidup. Artinya tidak ada pencemaran. Ketika nanti dicek dan air mengalir ke sungai atau ke mana pun, lingkungan tetap aman dan tidak tercemar,” tegasnya.

Lebih lanjut, Habibi menyampaikan bahwa SPPG YASB Sananwetan juga telah mengantongi sertifikat SLHS. Dengan terbitnya sertifikat tersebut, ia memastikan seluruh aspek sanitasi, termasuk IPAL, telah memenuhi standar yang ditetapkan pemerintah.

“Alhamdulillah, SLHS SPPG Sananwetan juga sudah keluar. Artinya, untuk persoalan IPAL dan sanitasi sudah terpenuhi semuanya,” pungkasnya.

Dengan peningkatan kualitas dapur dan sistem pengolahan limbah yang modern ini, SPPG YASB Sananwetan optimistis dapat terus mendukung keberhasilan Program MBG sekaligus menjaga kesehatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.

Penulis

Penulis artikel tentang kebijakan publik, peristiwa lokal dan berita pemerintah daerah/pusat, pemerintahan desa dan regulasi regulasi terbaru

Rekomendasi Untuk Anda

  • Koperasi Desa Merah Putih Jadi Senjata Prabowo Lawan Jeratan Lintah Darat

    Koperasi Desa Merah Putih Jadi Senjata Prabowo Lawan Jeratan Lintah Darat

    • account_circle Andika
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Jakarta — Presiden Prabowo Subianto akhirnya buka suara soal asal-usul Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Bukan gagasan yang muncul dalam semalam, proyek ini adalah buah dari pengalaman panjangnya saat masih berseragam tentara. Prabowo bercerita, saat bertugas di pelosok negeri, ia sering mendapati warga yang hidupnya morat-marit. Bahkan, memori pahit melihat warga meregang nyawa karena kelaparan […]

  • Sejarah Berdirinya Kabupaten Kediri, Dari Zaman Kerajaan Hingga Era Sekarang

    Sejarah Berdirinya Kabupaten Kediri: Dari Kerajaan Hingga Kini

    • account_circle Andika
    • visibility 69
    • 0Komentar

    Pernahkah Anda membayangkan sebuah kota yang berdiri di atas jejak ribuan tahun sejarah? Kabupaten Kediri adalah salah satu permata Jawa Timur yang menyimpan kisah panjang dari zaman kerajaan hingga kini. Mari kita selami lebih dalam perjalanan epik ini.

  • Problem Solving Bridge Challenge

    Peran Masyarakat dalam Pengawasan Dana Desa

    • account_circle Andika
    • visibility 85
    • 0Komentar

    Dana desa adalah amanah besar bagi kemajuan desa. Keterlibatan aktif masyarakat dalam pengawasannya krusial untuk memastikan dana tersebut dimanfaatkan secara optimal, transparan, dan akuntabel demi kesejahteraan bersama.

  • Program Makan Bergisi di Blitar Carut Marut, Dua SPPG Gulung Tikar

    Program Makan Bergisi di Blitar Carut Marut, Dua SPPG Gulung Tikar

    • account_circle Andika
    • visibility 92
    • 0Komentar

        Desantara, Blitar Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Blitar gulungtikar. Bukan sekadar isu teknis, dua Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Blitar tumbang hampir bersamaan, menimbulkan tanda tanya besar soal keseriusan negara menjamin hak gizi anak-anak di penghujung tahun anggaran 2025. Alarm Bahaya !  SPPG Pakunden Tutup Total dan SPPG Tanjungsari Dinyatakan […]

  • Korupsi Dana Desa Rp 1 Miliar, Kades Atar Lebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Lampung, Ditangkap

    Kades Atar Lebar Ditangkap: Korupsi Dana Desa Rp 1 Miliar Terungkap

    • account_circle Andika
    • visibility 72
    • 0Komentar

    Kasus korupsi dana desa sebesar Rp 1 miliar yang melibatkan Kades Atar Lebar, Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Lampung, menjadi sorotan publik. Penangkapan ini membuka mata kita tentang pentingnya pengawasan ketat terhadap pengelolaan keuangan desa.

  • Mendagri Beri Peringatan Keras Kepala Desa Soal Integritas dan Tata Kelola

    Mendagri Beri Peringatan Keras Kepala Desa Soal Integritas dan Tata Kelola

    • account_circle Andika
    • visibility 12
    • 0Komentar

    Jakarta — Kabar penting bagi para perangkat desa di seluruh penjuru negeri. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) baru saja melontarkan sentilan keras terkait tuntutan profesionalisme di tingkat desa. Integritas dan pemahaman manajemen pemerintahan kini menjadi syarat mutlak bagi kepala desa agar tidak tersandung masalah di kemudian hari. Dalam arahannya, Mendagri menekankan bahwa posisi kepala desa bukan […]

expand_less